Related Posts Plugin for WordPress, Blogger...

Rabu, 22 Mei 2013

ARSITEKTUR NEO VERNAKULER

1. Pengertian
Kata Vernakular berasal dari vernaculus (latin) berarti asli (native). Maka vernakular arsiektur dapat diartikan sebagai arsitektur asli yang dibangun oleh masyarakat setempat.
Neo berasal dari bahasa yunani dan digunakan sebagai fonim yang berarti baru.
Neo-vernacular berarti bahasa setempat yang di ucapkan dengan cara baru.
Arsitektur neo-vernacular adalah suatu penerapan elemen arsitektur yang telah ada, baik fisik (bentuk, konstruksi) maupun non fisik (konsep, filosopi, tata ruang) dengan tujuan melestarikan unsur-unsur lokal yang telah terbentuk secara empiris oleh sebuah tradisi yang kemudian sedikit atau banyaknya mangalami pembaruan menuju suatu karya yang lebih modern atau maju tanpa mengesampingkan nilai-nilai tradisi setempat.
2. Ciri-ciri Neo Vernakuler  
ØSelalu menggunakan atap bumbungan
ØBatu bata (dalam hal ini merupakan elemen konstruksi lokal)
ØMengembalikan bentuk-bentuk tradisional yang ramah lingkungan dengan proporsi yang lebih vertikal.
ØKesatuan antara interior yang terbuka melalui elemen yang modern dengan ruang terbuka di luar bangunan.

ØWarna-warna yang kuat dan kontras.
3. Kriteria yang mempengaruhi Arsitektur Neo Vernakuler
 1.Bentuk-bentuk menerapkan unsur budaya, lingkungan termasuk iklim setempat diungkapkan dalam bentuk fisik arsitektural (tata letak denah, detail, struktur dan ornamen). 
2.Tidak hanya elemen fisik yang diterapkan dalam bentuk modern, tetapi juga elemen nonfisik yaitu budaya pola pikir, kepercayaan, tata letak yang mengacu pada makro kosmos dan lainnya menjadi konsep dan kriteria perancangan. 
3.Produk pada bangunan ini tidak murni menerapkan prinsip-prinsip bangunan vernakular melainkan karya baru (mengutamakan penampilan visualnya).

Contoh Bangunan.
BNI Building
 Masjid Kudus
 Matraman, Jakarta Cropped

Tidak ada komentar:

Poskan Komentar